Tukang Cukur

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang ALLAH.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau ALLAH itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.

“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa ALLAH itu tidak ada”.
“Katakan kepadaku, jika ALLAH itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .

“Jika ALLAH ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan”.

“Saya tidak dapat membayangkan ALLAH Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.

Baca selanjutnya klik Baca lebih lanjut

Iklan
By sdmuh2samarinda Posted in Cerpen

Lima Menit Saja

Seorang ibu duduk di samping seorang pria dibangku dekat Taman Main Kota pada suatu minggu pagi yang indah dan cerah. “Tuh.., itu putraku yang disitu,” katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun di pelorotan. Mata ibu itu berbinar, bangga.

“Wah bagus sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya. “Lihat anak yang sedang main ayunan di bandulan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku,” sambungnya, memperkanlkan.

Baca lebih lanjut

By sdmuh2samarinda Posted in Cerpen Dengan kaitkata

Gaji papa Berapa

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”
Baca lebih lanjut
By sdmuh2samarinda Posted in Cerpen